Gula Pereduksi VS Probiotik Siklus

Tulisan ini saya rangkum dari salah seorang Guru saya yang telah memberikan penjelasannya kepada saya beberapa pekan lalu.

GULA PEREDUKSI
Belakangan ada hasil suatu riset, yang dilakukan oleh peneliti asing. Dalam riset itu di sebutkan, bahwa karbohidrat menjadi sumber berbagai penyakit. Berpotensi menimbulkan terjadinya penyakit gula darah, kolesterol tinggi, trigliserida tinggi ,asam urat tinggi, dan beberapa penyakit degenerative lainnya.
Namun Sebenarnya,
Apakah memang begitu? 
Sang periset itu, belum melihat, sebenarnya ada apa dibalik karbohidrat, kok sampai berpotensi menimbulkan berbagai penyakit degenerative itu?
Mereka sekedar meriset pada beberapa sumber karbohidrat yang ada,tanpa melakukan riset, ada apa di dalam karbohidrat itu sendiri.
Nah......
Sebenarnya GULA PEREDUKSI lah yang menyebabkan karbohidrat bisa menjadi sumber berbagai masalah kesehatan itu.

Gula pereduksi itu gula yang tidak bisa di reduksi atau di urai dan di serap oleh tubuh. Sehingga dia menjadi radikal bebas. Keberadaan gula pereduksi, tingkat bahaya nya, setara dengan karbon monooksida atau benzene. Gula pereduksi seringkali di samarkan dengan nama gula total. Beberapa sample beras non organik, bahkan ada beras yang di branding beras organik, kadar gula total nya 5,65. Padahal mestinya tidak boleh lebih dari 1.

Andaikan, gula pereduksi nya itu sudah tidak ada, maka tentu sifat asal karbohidrat kembali baik, dan tidak berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan manusia itu.
Gula pereduksi itu, terbentuk oleh hasil aplikasi yang serba menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia.
Maka....
Sudah waktunya kita segera menggunakan metode pertanian organik , khusus nya yang berbasis Probiotik siklus.

Dari tulisan Guru saya ini saya mendapatkan salah satu ilmu tentang bagaimana kita melawan atau membuang Gula Pereduksi. Salah satunya yaitu diawali dari menjadikan bahan pangan lebih organik. Semua tanaman sekarang pakai obat kimia, dari benih hingga mau panen semuanya pakai bahan kimia. Dahulu dan sekarang semua orang makan nasi, namun yang berbeda orang dahulu sehat - sehat hingga tua sedangkan orang sekarang masih muda sudah banyak yang sakit degeneratif. Akhirnya saya mengaplikasikan teknik teknik dari Guru saya mulai dari menjadikan beras, sayur, buah hingga gula konsumsi menjadi setara dengan bahan organik dan InshaAllah akan terbebas dari Gula Pereduksi. 

  • Beras dicuci bersih, lalu direndam dengan 1 sendok teh Probiotik Siklus selama 10-15 menit. Ambil beras lalu ditanak. Nasi akan lebih gurih, punel & tidak mudah basi.
  • Air bekas rendaman beras, bisa untuk merendam sayuran/buah yang akan dimasak.
  • Air bekas rendaman sayur/buah dipakai untuk rendam daging/ikan/ayam ptong kira-kira 10-15 menit, baru dimasak. Rasanya akan lebih enak, tekstur daging lebih bagus & baunya familiar.
  • Air bekas akhir rendaman bisa dipakai sebagai pupuk untuk tanaman hias/pepohonan.

Saya juga membuat Gula Pasir yang aman dikonsumsi oleh setiap orang baik yang sehat maupun yang sedang sakit Diabetes, Cara ini saya anggap wajib untuk diaplikasikan. Triknya akan saya sampaikan di artikel Kami Selanjutnya KLIK DI SINI

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Gula Pereduksi VS Probiotik Siklus"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel